<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Cinta Doa dan Air Mata</title>
	<atom:link href="http://woro.web44.net/wp-rss2.php" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://woro.web44.net</link>
	<description>Sekilas kisah perjalanan hidup</description>
	<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 16:04:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Sudah Merdeka kah kita di Hari Kemerdekaan ini ??</title>
		<link>http://woro.web44.net/?p=16</link>
		<comments>http://woro.web44.net/?p=16#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 16:03:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woro.web44.net/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ya hari ini kita merayakan hari ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-63. Kita pantas berterima kasih kepada para pahlawan yang telah gugur untuk memperjuangkan kemerdekaan. Mereka telah banyak berkorban demi meraih kemerdekaan ini baik harta benda, keluarga, bahkan nyawa mereka dipertaruhkan untuk kemerdekaan yang Bangsa kita rayakan tepat di hari ini.
Tapi apakah sekarang ini kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya hari ini kita merayakan hari ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-63. Kita pantas berterima kasih kepada para pahlawan yang telah gugur untuk memperjuangkan kemerdekaan. Mereka telah banyak berkorban demi meraih kemerdekaan ini baik harta benda, keluarga, bahkan nyawa mereka dipertaruhkan untuk kemerdekaan yang Bangsa kita rayakan tepat di hari ini.</p>
<p>Tapi apakah sekarang ini kita sudah benar-benar Merdeka??. Itu yang pantas kita renungkan sekarang. Jika kita artikan kemerdekaan ini dari kebebasan fisik kita sudah meraihnya. Sudah tidak ada lagi sistem kerja Rodi yang dulu pernah dilakukan oleh pemerintah Belanda dan Romusa yang dulu pernah dilakukan oleh pemerintah Jepang.</p>
<p>Tapi jika kita memandang Kemerdekaan dari segi lain, banyak hal yang ternyata Kemerdekaan tersebut belum kita raih. Misalnya saja, Merdeka dari Kemiskinan. Lihat disekitar kita banyak anak kecil merengek kelaparan karena orang tuanya tak mampu membeli beras untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Masih banyak dari kita yang belum punya sebuah pekerjaan yang layak. Padahal mereka punya tanggungan keluarga yang harus dibiayai tiap harinya.</p>
<p>Kita juga belum meraih kemerdekaan dari kebodohan. Inilah musuh terbesar kita saat ini, dimana kebodohan menjadi pokok akar terpenting yang tentunya harus diberantas oleh pemerintah dan kita semua saat ini, bukan janji tapi bukti. Masih banyak sarana pendidikan yang tidak layak pakai, mahalnya biaya untuk masuk ke instansi sekolah, pungutan-pungutan yang membebani orang tua siswa manakala anaknya akan masuk ke bangku sekolah. Dimana semuanya itu menjadi pengganjal utama bagi orang tua untuk memasukan anaknya ke bangku pendidikan. Mereka lebih memilih TIDAK jika harus masuk ke bangku sekolah.</p>
<p>Dan tentu saja masih banyak segi lainnya yang tidak saya tulis disini, dimana kita belum benar-benar MERDEKA, dan oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus terus berjuang untuk membawa bangsa dan negara kita tercinta ini untuk MERDEKA sepenuhnya. MERDEKA!!!.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woro.web44.net/?feed=rss2&amp;p=16</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Register dan Dapatkan</title>
		<link>http://woro.web44.net/?p=15</link>
		<comments>http://woro.web44.net/?p=15#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 15:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woro.web44.net/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Dapatkan account email gratis namamu@kekasihati.org dengan mendaftar account user pada site ini. Untuk mendaftar silahkan klik disini
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dapatkan account email gratis namamu@kekasihati.org dengan mendaftar account user pada site ini. Untuk mendaftar silahkan klik <a href="http://woro.web44.net/wp-register.php">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woro.web44.net/?feed=rss2&amp;p=15</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pro Kontra Fatwa MUI tentang Merokok</title>
		<link>http://woro.web44.net/?p=13</link>
		<comments>http://woro.web44.net/?p=13#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 05:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woro.web44.net/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Liat berita di tipi tadi pagi topiknya seputar rencana pengesahan fatwa MUI tentang haramnya rokok, ada yang pro ada yang kontra. Menarik memang kalo memperbincangkan hal yang satu ini. Dipandang dari sisi ekonomi bangsa, hampir dikatakan penyumbang terbesar devisa negara berasal dari industri rokok. Sementara kalau dilihat dari segi kesehatan baik dari sisi perokok dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liat berita di tipi tadi pagi topiknya seputar rencana pengesahan fatwa MUI tentang haramnya rokok, ada yang pro ada yang kontra. Menarik memang kalo memperbincangkan hal yang satu ini. Dipandang dari sisi ekonomi bangsa, hampir dikatakan penyumbang terbesar devisa negara berasal dari industri rokok. Sementara kalau dilihat dari segi kesehatan baik dari sisi perokok dan orang disekitar <em>sang perokok </em>jelaslah sangat merugikan bagi kesehatan. Hampir 4000 jenis racun berbahaya terdapat dalam rokok yang mereka hisap.</p>
<p>Jelas terlihat disini, antara kepentingan dari sisi ekonomi dan sisi kesehatan <em>bertempur </em>disela-sela akan dikeluarkanya fatwa tersebut. Rame ? pastinya rame. Tinggal liat saja nanti akhirnya, pihak mana yang akan memenangkan pertempuran tersebut *cmiw*</p>
<p><span id="more-13"></span>Berikut sepenggal puisi karangan Taufiq Ismail tentang rokok</p>
<p>Tuhan Sembilan Centi</p>
<p>Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di kabinet menteri merokok,<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok,<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,<br />
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im<br />
sangat ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang<br />
yang tak merokok,<br />
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya<br />
apakah ada buku tuntunan cara merokok,</p>
<p>Di angkot Kijang penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk<br />
orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok,<br />
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,</p>
<p>Negeri kita ini sungguh nirwana<br />
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,<br />
tapi tempat cobaan sangat berat<br />
bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di pasar orang merokok,<br />
di warung Tegal pengunjung merokok,<br />
di restoran di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,</p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter<br />
tak tertahankan asap rokok,<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun<br />
menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut<br />
dan hidungnya mirip asbak rokok,</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul<br />
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,<br />
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.<br />
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya<br />
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,<br />
kita ketularan penyakitnya.<br />
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,</p>
<p>Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan<br />
nikotin paling subur di dunia,<br />
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun<br />
asap tembakau itu,<br />
Bisa ketularan kena,</p>
<p>Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok,</p>
<p>Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil,<br />
pertandingan bulutangkis,<br />
turnamen sepakbola<br />
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor<br />
perusahaan rokok,</p>
<p>Di kamar kecil 12 meter kubik,<br />
sambil &#8216;ek-&#8217;ek orang goblok merokok,<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat<br />
dengan tak acuh orang goblok merokok,<br />
di ruang sidang ber-AC penuh,<br />
dengan cueknya, pakai dasi,<br />
orang-orang goblok merokok,</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im<br />
sangat ramah bagi orang perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup<br />
bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,<br />
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk<br />
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.<br />
Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak,<br />
tapi ahli hisap rokok.<br />
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka<br />
terselip berhala-berhala kecil,<br />
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,<br />
ke mana-mana dibawa dengan setia,<br />
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,</p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,<br />
tampak kebanyakan mereka<br />
memegang rokok dengan tangan kanan,<br />
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.<br />
Inikah gerangan pertanda<br />
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin<br />
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan<br />
AC penuh itu.<br />
Mamnu&#8217;ut tadkhiin, ya ustadz.<br />
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.<br />
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati malii&#8217;atun bi mukayyafi al hawwa&#8217;i.<br />
Kalau tak tahan,<br />
Di luar itu sajalah merokok.<br />
Laa taqtuluu anfusakum.</p>
<p>Min fadhlik, ya ustadz.<br />
25 penyakit ada dalam khamr.<br />
Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).<br />
Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.<br />
Patutnya rokok diapakan?</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.<br />
Wa yuharrimu &#8216;alayhimul khabaaith.<br />
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,<br />
karena pada zaman Rasulullah dahulu,<br />
sudah ada alkohol,<br />
sudah ada babi,<br />
tapi belum ada rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,<br />
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,<br />
jangan,</p>
<p>Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar<br />
perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan<br />
kecil yang kepalanya berapi itu,<br />
yaitu ujung rokok mereka.<br />
Kini mereka berfikir.<br />
Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,<br />
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,<br />
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia<br />
mati karena penyakit rokok.<br />
Korban penyakit rokok<br />
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,<br />
lebih gawat ketimbang bencana banjir,<br />
gempa bumi dan longsor,<br />
cuma setingkat di bawah korban narkoba,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan,<br />
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di<br />
negara kita,<br />
jutaan jumlahnya,<br />
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,<br />
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,<br />
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,<br />
tidak perlu ruku&#8217; dan sujud untuk taqarrub pada<br />
tuhan-tuhan ini,<br />
karena orang akan khusyuk dan fana<br />
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api<br />
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,</p>
<p>Rabbana,<br />
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woro.web44.net/?feed=rss2&amp;p=13</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Capek, ikhlas</title>
		<link>http://woro.web44.net/?p=7</link>
		<comments>http://woro.web44.net/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 03:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woro.web44.net/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir 2 minggu badan ini tak bisa beristirahat sejenak dari rutinitas, sudah 2 minggu pula bergelut dengan sekelumit pekerjaan di kantor yang kadang membuat jenuh untuk beberapa waktu. Antara dipaksa dan kewajiban, dua minggu aku lalui walau kadang selalu mengeluh.
Hampir 2 minggu pula mencari karyawan pengganti untuk menggantikan yang sudah keluar belum juga berbuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah hampir 2 minggu badan ini tak bisa beristirahat sejenak dari rutinitas, sudah 2 minggu pula bergelut dengan sekelumit pekerjaan di kantor yang kadang membuat jenuh untuk beberapa waktu. Antara dipaksa dan kewajiban, dua minggu aku lalui walau kadang selalu mengeluh.</p>
<p>Hampir 2 minggu pula mencari karyawan pengganti untuk menggantikan yang sudah keluar belum juga berbuah hasil, akhirnya mau tidak mau ya seperti ini. Tiap hari berangkat tunaikan tugas dengan konsekuensi tidak bisa mengambil libur selama belum ada pengganti karyawan lama. Hah..jenuh ingin rasanya menikmati udara kebebasan walau hanya sejenak. Belum lagi sekarang aktifitasku bertambah. Yah lumayan buat tambahan uang jajan, mencoba untuk menjadi guru private. Tiap pulang dari tempat tugas, istirahat sejenak lalu berngkat lagi untuk mengajar di tempat yang baru.</p>
<p>Siswa yang pertama masih dibangku SLTP dan alhamdulillah memiliki semnagat tinggi untuk belajar sehingga tak mengalami kesulitan dalam memberikan dan menyampaikan materi. Hampir semua materi yang diberikan bisa dipahami dengan baik, walau kadang juga bingung dengan apa yang aku terangkan. Tapi tak ada kendala yang berat menurut aku.</p>
<p>Siswa yang satu seorang karyawan pada pemkot yang usianya menginjak 45 Tahun. Disinilah kesulitannya, perbandingan dengan siswa yang masih duduk di bangku SLTP sangat-sangat besar. Manakala diberi materi terlalu banyak, Bapak dua orang anak ini selalu mengeluh.</p>
<blockquote><p>Mas..sedikt-sedikit saja..Bapak sudah pusing</p></blockquote>
<p>Yah, mau gimana lagi ? materi yang aku jadwalkan 2 hari kelar, akhirnya harus mundur menjadi 4 hari. Yah demi uang jajan tambahan tak apa lah. Yang penting bisa ikhlas jalani semua. Semoga Allah selalu melimpahkan aku kesehatan agar bisa terus mengabdikan hidup untuk mencukupi kebutuhan keluarga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woro.web44.net/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari kebahagiaan</title>
		<link>http://woro.web44.net/?p=3</link>
		<comments>http://woro.web44.net/?p=3#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 02:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<category><![CDATA[Untai kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woro.web44.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.<br />
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.<br />
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.<br />
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.<br />
Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woro.web44.net/?feed=rss2&amp;p=3</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://woro.web44.net/?p=1</link>
		<comments>http://woro.web44.net/?p=1#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 1999 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woro.web44.net/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woro.web44.net/?feed=rss2&amp;p=1</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
